Take a fresh look at your lifestyle.

Ketahui 5 Cara Kerja Asuransi Syariah yang Benar

0

Dewasa ini, produk keuangan berbasis syariah telah menjadi salah satu kebutuhan hidup masyarakat Indonesia yang notabene beragama Islam. Anda yang ingin mendapatkan jaminan keuangan setiap waktu, maka wajib mempertimbangkan punya asuransi syariah. Dibandingkan asuransi konvensional, asuransi berbasis syariah memiliki keunggulan akad tabarruj atau saling tolong menolong dan tidak merugikan pemilik polis.

Cara kerja asuransi syariah yang harus Anda pahami

Meski Anda bisa menemukan asuransi dengan label syariah, tetapi ketahui dulu prinsip dan cara kerja asuransi tersebut. Hal ini demi meminimalisir risiko penipuan yang merugikan Anda sebagai kontributor premi bulanan. Yuk, ketahui cara kerja asuransi syariah berikut ini!

1. Akad

Asuransi yang mengedepankan prinsip syariat memiliki tujuan utama tolong menolong atau berbuat kebajikan sesuai perintah agama, bukan sekadar komersil kecuali nasabah dan pengelola memakai akad tijarah atau bersifat komersil dan keuntungan pribadi. Dalam perjanjian yang disepakati, Anda akan mendapatkan ketentuan nilai premi, pembayaran, tenor, dan syarat pemenuhan menjadi kontributor.

2. Kedudukan

Antara nasabah dan pengelola asuransi memiliki kedudukan yang jelas, termasuk ketentuan hibah. Bila terjadi nasabah lain atau diri sendiri tidak sanggup membayar premi dengan alasan yang kuat, maka akan ada solusi dari pihak pengelola bukan sekadar memberikan denda keterlambatan pembayaran premi dan sebagainya.

Akad saling tolong menolong bisa berubah menjadi akad komersil, asal pihak nasabah yang tertahan hak bisa mengikhlaskannya. Semua sudah diatur dalam ketentuan dua belah pihak saat melakukan perjanjian pembukaan premi pertama kali.

3. Besaran premi tanpa unsur riba

Kelebihan asuransi menggunakan prinsip syariat adalah menghilangkan unsur riba. Premi yang dibayarkan tetap sesuai dengan kebutuhan atau kemampuan pemilik polis sejak awal dengan tenor yang berlaku.

Bila tidak mampu membayar kelanjutan premi sebelum tenor habis, maka pemegang polis tetap berhak atas keseluruhan dana yang sudah dibayarkan. Jika ada ketentuan biaya administrasi dan lain-lain, semua sudah diatur dengan jelas. Bila asuransi sekaligus investasi syariah, maka hasil investasi akan dibagi sama rata antara nasabah dan pihak pengelola dana.

4. Kemudahan klaim

Asuransi dengan basis syariah memberikan kemudahan klaim bagi nasabah yang mengalami musibah. Klaim yang dibayarkan sesuai apa yang tertera pada akad atau nilai premi sesuai kesepakatan Anda dengan pihak asuransi. Bisa dipastikan bahwa pihak perusahaan membayarkan klaim dengan benar tanpa ada pengambilan keuntungan, ya!

5. Pengelolaan dana terjamin

Anda wajib tahu perbedaan investasi dan reasuransi lebih dulu sebelum sepakat menandatangani akad. Investasi merupakan pengelolaan dana yang dikelola pihak asuransi sebagai pemegang amanah, sedangkan reasuransi merupakan perusahaan melindungi keuangan Anda dengan menggunakan layanan perusahaan asuransi lain.

Pastikan Anda mencari informasi lebih dulu agar bisa memastikan bahwa pengelolaan dana pihak asuransi berada di jalan yang benar alias sesuai syariat agama Islam. Pengelolaan dana untuk jalur investasi yang bermanfaat bagi kemakmuran umat, maka Anda bisa mendapatkan potensi bagi hasil yang halal dan berkah. Semua dikelola dan dilaporkan secara transparan tanpa ada unsur kecurangan dan riba, ya!

Mengenai rincian cara kerja asuransi syariah di atas, maka Anda bisa mempertimbangkan untuk memiliki asuransi sekarang juga. Ragam asuransi di pasaran sangat bervariasi seperti asuransi kesehatan, asuransi jiwa, asuransi kecelakaan, dan lain-lain. Sebaiknya Anda memilih asuransi berbasis syariah yang kredibel dan menjamin masa depan lebih baik dari segi finansial. Segera miliki polis asuransi dengan tetap berlandaskan hukum syariat Islam, yuk!

Leave A Reply

Your email address will not be published.