Barcode dan Hubungannya dengan Produk Industri

Barcode-dan-Hubungannya-dengan-Produk-Industri
Foto dari Canva

Sering menjumpai gambar bergaris dengan angka di bawahnya pada sebuah produk? Gambar tersebut adalah dengan kode palang atau kode batang yang biasanya juga disebut dengan barcode. Fungsi label barcode pada awalnya adalah untuk mengotomatikan sistem pemeriksaan di swalayan, namun sekarang penggunaan barcode bisa difungsikan untuk berbagai kegunaan lainnya. Untuk mengetahui lebih jauh mengenai barcode dan hubungannya dengan produk industri pada masa kini, mari kita ulas dengan lebih lengkap di artikel ini.

Sejarah Barcode

Dikutip dari jurnal Kemenperin, pada tahun 1992, Wallace Flint membuat sistem pemeriksaan barang di perusahaan retail. Memang pada awalnya penggunaan kode batang ini digunakan untuk kebutuhan perusahaan retail, lalu diikuti oleh perusahaan industri. Kemudian pada tahun 1948, seorang pemilik toko makanan lokal meminta Drexel Institute of Technology di Philadephia untuk membuat sistem pembacaan informasi produk selama checkout secara otomatis.

Lalu seorang lulusan dari Drexel Institute of Technology Patent Application bernama Bernard Silver dan Norman Joseph Woodland bergabung dan mencari solusi untuk permasalah tersebut. Woodland memiliki solusi untuk penggunaan tinta yang sensitif terhadap sinar ultraviolet. Pada awalnya prototipe ini ditolak karena tidak stabil dan harganya yang mahal. Namun akhirnya pada 20 Oktober 1994, Woodland dan Silver berhasil membuat prototipe yang lebih baik. Yang kemudian pada 7 Oktober 1952, mereka mendapatkan hak paten dari hasil penelitian mereka lalu pertama kalinya kode batang digunakan secara komersial pada tahun 1970 ketika Logicon Inc. membuat Universal Grocery Produtcs Identification Standart (UGPIC).

Monarch Making adalah perusahaan pertama yang memproduksi perlengkapan kode batang untuk perdagangan retail dan pemakaian di dunia industri pertama kali oleh Plessey Telecommunication. Lalu pada 1972, Toko Kroger di Cincinnati mulai menggunakan bull’s-eye code. Tidak hanya itu, ada sebuah komite yang dibentuk dalam grocery industry untuk memilih kode standar.

Apa itu Barcode?

Menurut jurnal dari Kemenperin, barcode adalah sekumpulan data optic yang dibaca oleh mesin. Barcode mengumpulkan data dari lebar garus dan spasi garis parael dan dapat disebut sebagai kode batang atau simbologi linear atau 1D (1 dimensi). Selain dalam bentuk garis, barcode juga memiliki bentuk persegi, titik, heksagon, dan bentuk geometri lainnya di dalam gambar yang disebut dengan kose matriks atau simbologi 2D (2 dimensi).

Kapan Barcode Mulai Digunakan?

Penggunaan barcode ini awalnya untuk mengotomatisan sistem pemeriksaan di swalayan. Tapi sekarang penggunaannya tidak hanya untuk hal tersebut saja, misalnya saja pada pendataan barang di gudang dan lain sebagianya. Untuk membaca kode pada barcode, bisa menggunakan alat yang dinamakan dengan barcode scanner.

Barcode dan Standar Pengunaannya pada pada Industri Saat Ini

Tidak bisa dipungkiri penggunaan barcode membantu setiap industri seperti retail. Contohnya jika kamu sedang berbelanja di supermarket besar dan dalam jumlah yang banyak, kamu mungkin berpikir proses penghitungan akan memakan waktu yang lama dan menyebabkan antrian yang panjang. Dengan adanya barcode ini, semua dipermudah untuk penghitungan barang sebanyak apapun. Bayangkan apabila cara ini masih digunakan secara manual? Selain penggunaan pada retail, penggunaa barcode di swalayan dan department store juga digunakan untuk alarm anti-maling yang dipasang untuk keamanan.

Kesimpulannya, dengan adanya barcode, pelaku usaha diuntungkan dengan semakin banyaknya pelanggan yang merasa terpuaskan oleh kecepatan kelayanan. Lalu bisa memiminalkan human error pada semua proses transaksi yang berlangsung.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.